Selasa, 15 Mei 2018

11 Aplikasi Android Penghasil Uang ($) TERBANYAK dan TERBAIK

Beberapa tahun belakangan, penggunaan smartphone, baik itu Android maupun iOS di Indonesia semakin meningkat. Tidak hanya orang dewasa, pemandangan dimana anak-anak SD memegang smartphone adalah hal yang sudah wajar ditemui saat ini.


bukti pembayaran whaff adquest cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang dari aplikasi android daftar rekomendasi aplikasi penghasil uang yang terbukti membayar daftar aplikasi android penghasil uang daftar aplikasi penghasil uang terbaik aplikasi menghasilkan uang dollar pulsa paypal bitcoin menghasilkan uang dari aplikasi selain whaff menghasilkan uang dengan mudah dari aplikasi android menghasilkan uang dengan aplikasi android aplikasi android penghasil uang metode mudah menghasilkan uang dari internet menghasilkan uang dari aplikasi google play store 2015 2016 2017 2018 2019 januari februari maret april mei juni juli agustus september november desember mendapatkan uang dari aplikasi penghasil uang google play google admob dengan mudah

Sayangnya, walaupun awalnya smartphone ini ditujukan agar dapat membawa hal-hal positif kepada masyarakat, mayoritas pengguaan smartphone sering kali mengarah ke arah yang negatif dan tidak terlalu bermanfaat.

Seperti menghabiskan sepanjang hari dengan chattingan bersama gebetan atau pacar, digunakan oleh anak dibawah umur untuk mengakses situs dewasa, bermain game secara berlebihan, dan masih banyak lainnya.

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 23.jpg
Menghasilkan uang dari aplikasi Android? Kenapa tidak?

Padahal sesungguhnya hanya dengan memanfaatkan sebuah smartphone yang mereka miliki, mereka dapat mendatangkan sejumlah uang yang bahkan cukup untuk menghidupi kehidupan sehari-hari, bahkan hidup mewah hanya dengan sebuah smartphone.

Jika Anda memasang hobi memainkan smartphone, ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk dapat mengoptimalkan hobi Anda tersebut untuk mendatangkan uang.

Sebagai salah satu metode yang dapat Anda lakukan adalah dengan mendownload dan memasang aplikasi penghasil uang di smartphone Anda.

Yup, saat ini sudah ada banyak aplikasi di Google Play Store yang memungkinkan penggunanya untuk dapat menghasilkan uang dalam jumlah yang tidak sedikit, tergantung dari besarnya usaha yang Anda lakukan.

Sebagai bukti, berikut adalah bukti pembayaran yang teman saya dapatkan dengan dengan memanfaatkan aplikasi WHAFF Reward, yang merupakan salah satu aplikasi penghasil uang terbaik:

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang_uang android.jpg
$534, atau setara dengan 7,1 juta rupiah hanya dengan mengandalkan aplikasi penghasil uang, WHAFF Reward

Dari sekian banyak aplikasi penghasil uang yang tersedia di Play Store, Anda hanya akan diminta untuk mengisi survey, memainkan game, menonton video, dan menginstall aplikasi untuk mendapatkan komisi, yang kemudian dapat dicairkan melalui metode pembayaran yang telah dipilih pengguna.

Metode pembayaran yang tersedia pun beragam, mulai dari PayPal, Payza, WebMoney, kredit Play Store, voucher game online lokal hingga pembayaran berupa pulsa seluler.

Memang cukup menarik dan menjanjikan.

Dengan pekerjaan yang begitu mudah, yang bahkan dapat dikerjakan oleh anak kecil sekalipun, kita dapat mendatangkan uang. Bahkan ada orang yang sukses dan berhasil membeli membeli barang-barang yang menurut saya mewah, seperti mobil dan rumah hanya dengan 'bermain' dengan aplikasi penghasil uang.

Nah, berhubung di Google Play Store ada aplikasi yang terbukti membayar, dan ada pula yang scam, saya disini akan memberikan Anda sejumlah referensi dari aplikasi yang terbukti membayar beserta sedikit review dari saya tentang aplikasi tersebut.

Untuk selengkapnya, silahkan baca artikel ini lebih lanjut:

1. WHAFF Reward


Aplikasi pertama yang ingin saya rekomendasikan disini adalah WHAFF Reward, yang merupakan aplikasi penghasil uang dengan jumlah pengguna terbanyak di Google Play Store.

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 24.JPG

Ketika kita sudah mendownload dan menginstall WHAFF Reward, kita akan diminta untuk menyelesaikan offer-offer atau tawaran yang tersedia, setelah kita menyelesaikan tawaran tersebut, kita akan diberikan sejumlah komisi yang kemudian dapat dicairkan kedalam metode pembayaran yang tersedia.

Kalau saya sendiri sih biasanya menggunakan PayPal sebagai pencairan dana.

Tawaran-tawaran yang diberikan dapat berupa permintaan untuk mendownload, menginstall dan memainkan aplikasi yang ditawarkan oleh WHAFF

Setelah kita menyelesaikan tawaran yang diberikan, kita akan diberikan bayaran dengan nilai berkisaran $0,1-$1, tergantung dari lokasi atau negara pengguna aplikasi. Kabar baiknya, jika Anda menyelesaikan premium offer, Anda bahkan akan diberikan bayaran yang jauh lebih besar.

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 25.JPG
Contoh bayaran yang diberikan untuk setiap offer yang ditawarkan oleh WHAFF Reward

Untuk metode pembayarannya sendiri, Anda dapat mencairkan dana dari WHAFF melalui PayPal, yang kemudian dapat dicairkan ke rekening bank lokal.

Tidak punya akun PayPal? Jangan khawatir, karena WHAFF menyediakan metode pembayaran alternatif!

Selain PayPal, Anda juga dapat mencairkan dana dari WHAFF melalui pulsa operator seluler, seperti Telkomsel, Indosat, IM3, XL, Axis, Tri, dan beberapa operator seluler lainnya.

Gak mau pulsa?

Sekali lagi, jangan khawatir! Karena WHAFF menyediakan metode pembayaran yang cukup banyak, mulai dari saldo iTunes, Google Play, Playstation, Steam, LoL, Karma, Amazon, Facebook, Minecraft, Blizzard, dan Skrill.

Seperti yang terlihat pada screenshoot dibawah ini:

cara menghasilkan uang dari aplikasi android secara gratis.png


2. Showbox


Buat kamu yang merupakan seorang gamer, app ini sangat cocok buat mengisi waktu luang kamu!

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 28.JPG


Semenjak pertamakali app ini dirilis, kini aplikasi ini memiliki lebih dari 3 juta pengguna yang tersebar di seluruh penjuru dunia. Berdasarkan penerangan mereka, pengguna aktif dapat menghasilkan penghasilan lebih dari $25 USD hanya dengan memainkan game.

Selain dapat dijadikan sebagai pekerjaan, app ini dapat dijadikan sebagai cara yang tepat untuk mengisi waktu luang dengan cara yang menyenangkan

Showbox memberikan kesempatan kepada para gamer untuk mendapatkan penghasilan hanya dengan menonton video game, mencoba game yang baru dirilis, atau memenangkan sebuah kontes game.

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 27.JPG
Contoh bayaran yang diberikan ketika menyelesaikan offer di aplikasi showbox

Untuk setiap offer memiliki bayaran yang berbeda, ada yang kecil, dan ada pula yang besar.

Oh iya, aplikasi ini menggunakan sistem poin, yang mana 1000 poin setara dengan $1.

Namun jika dirata-ratakan, Anda akan mendapatkan poin sebanyak 30-500 (setara dengan $0,03-$0,5) untuk setiap offer yang diberikan.

Setelah Anda menyelesaikan offer yang mereka berikan, Anda akan diberikan sejumlah poin yang kemudian dapat ditukarkan dengan berbagai gift, pengisian saldo pulsa, dan bahkan saldo rekening PayPal.

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 26.JPG
Metode pembayaran yang tersedia untuk aplikasi Showbox



3. Tab Cash


"Tekan tiap hari, gratis tunai", itulah slogan yang dituliskan oleh penerbit aplikasi ini.


Tap Cash Rewards adalah aplikasi mudah guna yang akan memberikan anda hadiah atau imbahan tunai nyata! Cukup dengan membuka Tap Cash Rewards untuk mengunduh game-game keren/aplikasi/penawaran-penawaran, dan anda dapat melangkah dengan hadiah-hadiah besar.

Tab Cash sendiri menggunakan sistem poin, dan bukan dollar. Dengan 1000=$1 USD.

Offer yang diberikan aplikasi ini pun cukup beragam, mulai dari mendownload & memainkan aplikasi hingga daily login, dimana hanya dengan membuka aplikasi ini setiap harinya, Anda akan diberikan poin secara gratis.

Namun seperti app-app penghasil uang pada umumnya, mendownload & memainkan aplikasi adalah offer yang paling sering muncul, jadi silahkan persiapkan paket data yang cukup banyak atau silahkan nyolong koneksi wifi tetangga sebagai persiapan berperang menggunakan aplikasi ini.

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 30.JPG
Contoh offer yang dapat ditemui pada saat menggunakan app Tab Cash Rewards

Berikut adalah beberapa cara menghasilkan uang dari aplikasi ini, seperti yang dituliskan di halaman resminya:
  • Unduh dan pasang aplikasi Tap Cash Rewards di perangkat bergerak anda.
  • Unduh game-game keren terbaru serta aplikasi-aplikasi lainnya melalui Tap Cash Rewards.
  • alankan game-game serta aplikasi-aplikasi untuk melengkapi persyaratan memperoleh Kredit.
Untuk metode pembayaran, Tab Cash Reward menyediakan pilihan metode pembayaran yang cukup banyak, mulai dari Paypal, Google Play/Google Play credit/money, Amazon, Skype, Freecharge, Koodo, Fido, TELUS, TrueMoney, Happycash, T-Mobile, Target, MOL, paysafecard, G2A, Tama Reload dan masih banyak lainnya.

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 29.JPG
Metode pembayaran yang tersedia untuk aplikasi Tab Cash Reward

Untuk mendapatkan penghasilan yang lebih banyak, Anda juga dapat menjadi VIP member.

Caranya pun cukup mudah, hanya dengan menghubungkan akun Tab Cash Reward dengan Facebook atau Gmail, akun Anda akan ditingkatkan ke VIP member dan mendapatkan offer yang lebih banyak.

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 31.JPG
Hanya dengan menghubungkan akun Tab Cash Rewards dengan Facebook atau Gmail, Anda akan menjadi member VIP yang berpotensi mendapatkan lebih banyak offer, yang akhirnya berpengaruh pada penghasilan yang Anda dapatkan.


4. Grab Points


Dari sekian banyak aplikasi penghasil uang yang tersebar di Google Play Store, mungkin Grab Points adalah salah satu dari lima aplikasi terbaik yang paling saya suka.

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 36.JPG

Berbeda dengan app app sebelumnya yang hanya dapat menghasilkan aplikasi dengan mendownload dan menginstall suatu aplikasi, yang cendrung menghabiskan banyak kuota atau paket data internet, GrabPoint memungkinkan penggunanya untuk menghasilkan penghasilan hanya dengan menonton video, menyelesaikan survey, mencoba suatu aplikasi, dan masih banyak pilihan lainnya.


Ketika poin yang terkumpulkan sudah mencukupi, Anda dapat menukarkannya dengan berbagai free gift atau saldo PayPal melalui menu penukaran poin.

Berikut adalah sejumlah metode yang dapat dilakukan untuk mendapatkan poin dengan menggunakan app ini:
  • Mengudang teman
    Dengan membagikan refferal kepada teman untuk menggunakan aplikasi ini
  • Menyelesaikan survey
    Selesaikan survey yang diberikan oleh suatu perusahaan yang membutuhkan pendapat Anda tentang produk, atau jasa tertentu
  • Melakukan pendaftaran pada suatu situs
    Daftar dan coba layanan mereka
  • Menonton GrabPoints TV
    Hibur diri Anda dengan menonton GrabPoints TV dan dapatkan 20 poin untuk setiap 10 menit video yang Anda tonton
  • Mencoba produk
    Lakukan pembayaran terhadap suatu produk dan dapatkan poin dengan mencoba produk tersebut
Tak hanya itu, mereka juga menyediakan metode pembayaran yang terbilang cukup banyak, berikut diantaranya:
  • Amazon Gift Card ($3, $10, $20, $50, $100)
  • Paypal Cash ($5, $10, $20, $50)
  • Google Play Store ($10)
  • BestBuy Gift Card ($10, $25, $50)
  • Target Gift Card ($10, $25, $50)
  • Starbucks Gift Card ($10)
  • GAP Gift Card ($10, $25, $50)
  • Facebook Gift Card ($15)
  • XBOX Live Gift Card (3 months)
  • GAP Gift Card ($10, $20, $30, $50)
  • iTunes Gift Card ($15)
  • Steam Gift Card ($10)
  • dan masih banyak lainnya.
Selain itu, untuk mempermudah pengguna dalam memilih offer yang diinginkan, GrabPoint mendesain aplikasi yang mereka miliki secara sedemikian rupa agar pengguna dapat mengakses offer berdasarkan jenis offer, seperti offer Download, Survey, Watch Video, offer yang telah berhasil diselesaikan, dan masih banyak lainnya.

Seperti yang terlihat pada screenshoot dibawah ini:
cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 37.JPG


5. Gift Wallet


Memperkenalkan aplikasi paling mudah dan super cepat untuk menghasilkan kartu hadiah, imbalan, dan PayPal Cash secara gratis!

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 39.JPG

Ya, Anda tidak salah baca! Kartu hadiah, imbalan, dan PayPal Cash di akun Anda secara gratis.

Dengan menggunakan aplikasi Gift Wallet, Anda hanya perlu melakukan beberapa tugas mudah, terutama mengunduh aplikasi, dan Anda akan mendapatkan imbalan Paypal Cash, kartu hadiah iTunes, kartu hadiah Google Play dan Amazon setelah Anda mengumpulkan poin yang cukup.

Selain itu, Anda dapat membagikan kode rujukan Anda kepada teman, kemudian mendapatkan poin tanpa batas ketika teman Anda menyelesaikan tugas. Mereka mendapatkan 5 poin atau lebih, Anda mendapatkan 30% dari poin imbalan tugas mereka.

Sama seperti aplikasi penghasil pada umumnya, satu dollar setara dengan 1000 poin.

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 38.JPG
Contoh offer dan banyaknya poin yang didapatkan dengan menggunakan aplikasi ini untuk menghasilkan uang

Untuk saat ini, aplikasi ini hanya mendukung 5 metode pembayaran, yakni saldo Amazon, PayPal, Google Play credit, dan saldo iTunes. Untuk detail minimum payoutnya, Anda dapat melihatnya dibawah:
  • $3, $5, $10 Kartu Hadiah Amazon
  • $5, $10, $25, $50 Paypal Cash
  • $10, $25, $50 Kartu Hadiah Google Play
  • $20, $50, $100 Steam Wallet
  • $10, $25, $50 Kartu Hadiah iTunes


6. appKarma Rewards & Gift Cards


Belakangan ini, app Karma Reward & Gift Card juga menjadi cukup populer di Indonesia untuk mendatangkan uang.

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 40.JPG

Walaupun masih kalah dengan WHAFF, dengan rating yang cukup tinggi, dan jumlah pengguna yang mencapai 1,000,000-5,000,000, appKarma Rewards telah menjadi salah satu aplikasi penghasil uang terbaik yang dapat ditemui di Google Play.

Ketika Anda telah selesai mendownload dan menginstall aplikasi ini, ada sejumlah metode yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan uang dengan app ini.

Pertama, Anda dapat melakukannya dengan menginstall dan memainkan app tertentu untuk mendapatkan uang.

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 41.JPG

Kedua, Anda dapat mendapatkan uang secara rutin setiap harinya dengan mendownload aplikasi yang sebelumnya telah Anda download.

Ketiga, Anda dapat mengikuti Karma Quizzes, sebuah sesi dimana Anda dapat mengikuti kuis yang diberikan aplikasi, untuk mendapatkan hadiah, Anda harus menjawab dengan benar.

Keempat, menggunakan Achievement Badges, yakni sebuah pencapaian yang Anda capai selama memakai app ini (contoh: menginstall 20 aplikasi, mengundang teman, dan lain sebagainya).

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 42.JPG
Contoh Achievement yang dapat didapatkan di aplikasi ini

Kelima, mendapatkan hadiah dengan mengundang teman melalui kode refferal.

Walaupun sesungguhnya aplikasi ini mendukung banyak metode pembayaran, mulai dari Amazon, PayPal, Google Play, iTunes, Xbox Live, Playstation, Starbucks, Facebook dan Steam, di Indonesia Anda hanya dapat mencairkan pendapatan yang Anda dapat dengan app ini menggunakan metode pembayaran PayPal saja, sisanya hanya dapat digunakan di United States (US), dan negara-negara tertentu saja.

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 43.JPG



7. Luckygift


Bagi Anda yang ingin mencari aplikasi penghasil uang yang baik kepada penggunanya, maka mungkin Luckygift adalah jawabannya, bagaimana tidak, hanya dengan menginstall dan menggunakan aplikasi ini, Anda akan langsung diberikan hadiah sebesar $1, tanpa adanya syarat khusus apapun.

cara  teknik menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang.JPG

Aplikasi yang dipublikasikan oleh Gmiles Trading Co. TLD ini kini telah digunakan oleh sebanyak 100,000-500,000 pengguna di seluruh dunia, dengan rating yang cukup tinggi, yakni 4,9/5, maka tak mengherankan jika aplikasi ini sangat disukai.

Untuk mendapatkan uang dengan LuckyGift, Anda akan diminta untuk mendownload dan menginstall aplikasi-aplikasi tertentu yang tersedia di bagian offer. Tak hanya itu, baru-baru ini aplikasi ini juga memperbaharui diri dengan menambahkan fitur daily task, yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan lebih banyak offer dan poin setiap harinya.

Setelah poin Anda mencukupi, Anda dapat me-redeem poin Anda kedalam bentuk PayPal cash, Amazon gift card, mobile phone talktime, Google dan iTunes Gift Card.

8. AdQuest




Sama seperti namanya, app ini akan memberikan quest kepada pengguna untuk diselesaikan, dan ketika pengguna menyelesaikan quest yang mereka berikan, AdQuest akan memberikan sejumlah imbalan kepada pengguna.

[​IMG]

AdQuest menggunakan sistem cash dan poin, berbeda dengan WHAFF yang langsung memberikan bayaran berupa uang dalam satuan dollar ($).

Namun tak berbeda dengan WHAFF, cash dan poin di AdQuest ini nantinya akan dapat ditukarkan dengan sesuatu yang memberikan keuntungan kepada Anda, mulai pulsa HP hingga voucher game online lokal, seperti Megaxus, Lyto, Gemscool, dan masih banyak lainnya.

aplikasi penghasil uang rupiah aplikasi android penghasil uang tercepat penghasil uang otomatis aplikasi pencetak uang otomatis

Ketika Anda menginstall app ini, Anda akan diminta untuk melakukan quest dengan imbalan sebesar 50-100 cash.
penghasil uang dari android aplikasi android penghasil uang 2016 aplikasi penghasil uang terbanyak aplikasi penghasil dollar terbanyak aplikasi android penghasil uang nyata
Sekedar info aja, hanya dengan 1,200 Cash, Anda sudah dapat menukarkannya dengan voucher pulsa senilai 10,000.

[​IMG]
Contoh Ads dan imbalan yang didapat dengan dengan menggunakan app ini

Dengan kata lain, hanya dengan menyelesaikan 12-24 quest, pulsa gratis sebesar 10,000 sudah pasti Anda dapatkan. Mudah bukan?

cara hack whaff mendapatkan uang jutaan rupiah menghasilkan uang dari berbagai aplikasi menggunakan bluestacks untuk menghasilkan uang dari android aplikasi android virtual untuk menghasilkan uang bagaimana cara menggunakan bluestacks whaff menghasilkan uang [/keyowrdku[
Oh iya, Anda juga akan mendapatkan sejumlah komisi dengan mengundang teman-teman untuk menggunakan aplikasi ini, makin lengkap deh untungnya!




9. Cash for Apps


Cash for Apps, aplikasi yang tak kalah asiknya untuk menghasilkan uang dari aplikasi Android.

cara  teknik menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 5.JPG

Sederhananya, dengan menggunakan app ini Anda akan diminta untuk mengumpulkan poin, yang kemudian dapat dicairkan dengan berbagai macam metode pembayaran yang tersedia, seperti Google Play, iTunes, Amazon, GameStop, Starbucks, Rixty, Skype, Best Buy, CVS, Walmart Target, eBay, Trion Old, Navy, Gap, Columbia.

Di App ini, 300 point setara dengan $1.

Untuk mendapatkan poin, Anda dapat mendapatkannya dengan mendownload, menginstall, dan memainkan aplikasi tertentu yang terdapat pada aplikasi Cash for Apps.

Dan rata-rata poin yang akan Anda dapatkan dengan menginstall suatu aplikasi adalah 50-400 poin. Dengan jumlah ini, mungkin Anda akan dapat mendapatkan uang dalam jumlah yang banyak dalam waktu yang singkat.

cara  teknik menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 6.JPG
Sayangnya, app yang satu ini tidak mendukung metode pembayaran PayPal



10. Cash Gift




Cash Gift, aplikasi yang mengklaim bahwa dirinya yang kini telah dipakai oleh lebih dari 3 juta pengguna dan mencairkan dana lebih dari $1,000,000 (sekitar 13 Milyar rupiah) adalah salah satu aplikasi yang akan saya rekomendasikan disini.

cara  teknik menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 2.JPG

Aplikasi ini menggunakan sistem poin untuk membayar penggunanya, dimana 1000 poin setara dengan $1.

Seperti biasa, Anda dapat mendapatkan poin dengan cara menyelesaikan task, seperti menginstall aplikasi yang direkomendasikan atau menonton iklan.

cara  teknik menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 4.JPG
Contoh menu task yang dapat diselesaikan untuk mendapatkan poin

Untuk pencairan dananya, Anda dapat menggunakan Amazon Gift Card, Paypal Cash, dan Google Play Gift Cards.

Kabar baiknya, diantara semua aplikasi yang saya rekomendasikan disini, Cash Gift adalah aplikasi dengan minimum payout terkecil, yakni $3 untuk PayPal dan proses payout/redeem ini hanya membutuhkan waktu 3 menit saja sampai saldo masuk ke rekening PayPal Anda.

cara  teknik menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 3.JPG



11. Google Opinion Rewards


Berbeda dengan app-app sebelumnya, yang developer maupun publishernya masih terlalu dikenal, aplikasi yang satu ini dikembangkan dan diterbitkan oleh perusahaan raksasa, Google.

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 35.JPG

Ya, Google adalah pengelola aplikasi yang satu ini!

Dengan menggunakan aplikasi ini, Anda hanya akan diminta untuk mengisi survey yang diberikan Google.

Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan dalam survey ini pun cukup mudah, mulai dari "Logo mana yang paling bagus?", "Teknik promosi mana yang paling menarik?", "Kapan kamu berencana untuk melakukan perjalanan (travel)?".

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 33.JPG
Contoh pertanyaan survey yang diberikan pada aplikasi ini

Hanya dengan mengisi survey-survey tersebut, Anda akan diberikan bayaran hingga $1.

Dengan syarat, Anda harus mengisi survey dengan jujur, dan tidak mengisinya asal-asalan.


Walaupun bayaran yang diberikan relatif besar, survey ini hanya akan muncul satu, dua, atau tiga minggu sekali, bahkan mungkin lebih jarang daripada itu.

Banyak tidaknya survey yang tersedia tergantung dari permintaan survey.

cara menghasilkan uang dari aplikasi android cara mendapatkan uang 34.JPG
Pemberitahuan yang memberitahukan bahwa ada survey yang tersedia

Terlebih lagi, survey yang tersedia di aplikasi ini belum tersedia di Indonesia. Jadi mungkin Anda harus memanfaatkan layanan pengubah IP seperti VPN atau Proxy untuk mendapatkan survey.


Sumber: https://sekolahblogger.net/index.php?threads/11-aplikasi-android-penghasil-uang-terbanyak-dan-terbaik.616/

Minggu, 08 November 2015

Blank Space Part 1

Oh iya kenalin dulu. Kalau dalam kamus gue halaman tujuh belas ribu enam ratus sembilan puluh sembilan, mengatakan bahwa tak kenal maka tak tahu. Gue adalah Lia Tan. Gue adalah orang yang gemar sekali Menulis. Sempet sih gue bercita-cita menjadi penulis, tapi cita-cita gue yang satu itu hanyalah setinggi tanah, malah mungkin lebih rendah dari tanah. Gue juga suka main alat musik dan dengerin lagu. Semua jenis lagu genre apapun gue punya, kecuali jazz dan lagu jadul-jadul yang bikin sedih kalau didengerin.

Hari ini adalah hari pertama gue resmi menjadi siswi SMA setelah melewati MOS. Hari ini terasa sangat berbeda, semua serba baru, Suasana yang sangat tak bisa diartikan. Gue bangun sangat pagi untuk menyiapkan segala keperluan.

Juli 2015,

Aku menggerutu, Ayahku tak dapat menemaniku ke Sekolah baru. Akhirnya, aku naik bajaj yang biasa mangkal di depan komplek. Setelah sampai digerbang, aku seperti orang tersesat, tak ada seorangpun yang ku kenal. Aku mendapat kelas X IPA 2, saat aku masuk kelas aku bingung harus duduk dimana. Terlihat seorang lelaki yang duduk termenung dipojok dekat jendela, parasnya tampan, dengan mata yang tajam ia melirik ke arah jendela dengan pandangan kosong. Aku segera menghampirinya.

"Hai, boleh aku duduk disini" tanyaku.
Terserah kau saja. jawabnya ketus.
Yasudah, kalau kau tak mau duduk denganku, maaf aku telah menggangumu.
Aku segera melangkah pergi. baru ingin melangkah, ia tiba-tiba berbicara.
"Kalau kau ingin duduk, duduk saja. Kau seperti orang bingung, aku ingin duduk denganmu, tapi kau jangan berisik".
Segera ku letakan tas diatas meja tepat disebelah mejanya.
"Baiklah, aku juga tahu kau ingin duduk denganku. Brisik hanya alasanmu saja, kan" cetusku.
"Terserah kau saja!" Jawabnya sambil berjalan keluar kelas. Aku memutuskan untuk membaca buku ensiklopedia sains yang baru kubeli kemarin. Aku selalu suka melihat galaxy dan bintang dilangit, itu membuatku penasaran. Apakah ada mahkluk hidup diluar bumi? Apa alien itu nyata? Sepanas apa planet Venus? Berapa banyak planet yang mirip bumi? Kapan aku travel ke planet Mars? Seluas apa langit? Dimana pintu dimensi lain?. Ah sudahlah, pertanyaan itu membuatku berandai - andai.

Kring Kring Kring…!!! tak terasa bunyi bel sudah terdengar menandakan jam istirahat, aku pun keluar kelas untuk beristirahat. 

ketika menuruni tangga aku tak sadar, aku tak tahu ternyata kami saling berhadapan. Aku terdiam entah kenapa aku jadi salah tingkah begini, dia menatapku dengan tatapan dingin.
"Kau selalu terlihat sendirian, atau hanya aku yang mengenalmu disini ?"Tanyanya. Hey! Kau lihat dirimu, kau juga terlihat sendirian." Sahutku tak kalah antusias. "Aku lebih senang sendiri, menjaga privasiku. Siapa namamu ?" Tanya nya. 
"Aku Lia Tan. Panggil saja Lia. Orang macam apa kau ini, yang suka sendiri. Aku sebenarnya tak suka sendiri, dulu aku selalu terkenal disekolah, temanku banyak, dulu aku suka bicara dan aktif disekolah, bahkan cowok paling keren disekolahku dulu pernah menyukaiku. Sulit menerima kenyataan tak ada teman dan tak ada yang mengenalku disini, heran" kataku menggerutu.
"Aku Garry, selamat menikmati harimu disini" jawabnya sambil mengernyitkan dahinya kepadaku. Lalu ia membelakangiku. Kupanggil dia namun tak ada jawaban. Hanya pandangan sinis yang ia berikan. 
"Dia memang aneh" cerutuku dalam hati. Aku langsung menuju kekantin membeli beberapa snack untuk mengganjal perutku. 
Tiba - tiba bel masukpun berbunyi. Aku segera kembali kekelas. Jam terakhir diisi pelajaran sejarah. Perlu diketahui, aku tak suka pelajaran sejarah. Itu membuatku mengingat sejarahku bersama teman - teman lamaku. Betapa aku merindukan mereka. "Ah, ucapanku jadi tak karuan" cerutuku dalam hati. Akhirnya waktu pulangpun tiba, beruntunglah aku membawa payung, karena hari ini hujan. Seperti pepatah "Sedia payung sebelum hujan". Aku menunggu jemputan ayahku dibalkon sekolah. Aku melihat Garry kehujanan di sebrang jalan, segera kuhampiri dia.
"Mau aku temani?" Tanyaku.
"Gak usah! Aku sudah biasa melakukannya sendiri" lelaki itu melangkah berlawanan arah, menyebrang jalan yang padat. Aku tadi sudah menawarkan diri menemaninya. Aku berdiri didepan pintu dengan sedikit atap yang membatasiku antara hujan dan kering.

Keesokan harinya, aku berangkat sekolah menggunakan motor, tak sengaja aku melihat Garry diperempatan dekat sekolah. 
"Hay Garry, ayo kita berangkat bersama?"
"Tak usah! Kau duluan saja" jawabnya.
Lagi, lelaki itu melangkah berlawanan arah, menyebrang jalan yang padat.

Aku?

Aku begitu malu sekali mendapat penolakan yang sama.

Saat jam pelajaran berlangsung, aku melihat tatapan mata Garry mengarah ke Wenda. Wenda adalah murid lulusan SMP dengan nilai tertinggi disekolah ini, begitupun Garry, ia berada diperingkat pertama setelah Wenda. Aku pikir mereka cocok. Ah sudahlah apa peduliku.
"Garry"sahutku.

"Ya"

"Menurut kamu Wenda gimana?"

"Seperti wanita biasa, tapi..."

"Tapi apa?"

"Kau sungguh ingin tau?" Dengan gaya bicara yang selalu membuatku penasaran.

"Ya, boleh aku tau, kan!"

"Tidak. Kau terlalu memaksa" sambil tertawa.

"Baiklah, terserah kau!" Aku mengernyitkan dahi.

"Dia wanita biasa yang lebih menarik dibanding kau hehe" lagi, dia tertawa. Aku hanya memasang wajah melas.

Bel berbunyi, jam pelajaranpun berakhir. Aku segera keluar kelas.

"Wen, hm kamu nanti malam kemana?"

"Dirumah aja, belajar. Kenapa Garry?"

"Gimana kalo kita belajar bareng dirumahku atau dirumahmu?

"Boleh, dirumahku saja, aku lagi malas keluar. Apa kau tau rumahku?"

"Tau kok, aku pernah tak sengaja mengikutimu hehe, nanti malam jam7 aku akan kerumahmu."

"Dasar penguntit wkwk, baiklah"

Hatiku langsung dag dig dug mendengar percakapan mereka.

~1 tahun kemudian~

Kelas 10 telah berlalu, di kelas 11 ini aku mulai mengenal Garry. Aku merasa sudah mulai memahami. Aku merasa punya kesempatan untuk sedikit mencicipi hidup menyenangkan berserk. Aku sanggup mengisi hari-harinya dengan kebahagiaan baru. Tapi, ternyata kita tak sejalan.

Akhir - akhir ini, aku sering melihat Wenda dan Garry bersama, belajar, Eskul Mading, bahkan istirahatpun mereka sering bersama. Kukira Garry menyukai Wenda.

"Argggghhh... Benci! Benci! Benci!" Gerutuku sambil menggebrak meja.

"Lo kenapa, liat Wenda sampe mukul meja gitu?" Tanya Wina iseng di sebelahku.

Wina adalah sahabatku akhir - akhir ini. Kami duduk sebangku, karena Garry memilih duduk dengan Wenda. Katanya sih kalo duduk denganku dia bisa jadi idiot dan ketularan freak. Padahal Garry lebih freak.

"Gapapa kok. Jgn Negthing lo!"

"Lo tuh kalo cemburu pada tempatnya, kan gak enak kalo mereka liat lo begini. Haha" Celetus Wina.

"I'm not jealous, gue sering berantem sama Garry. I hate him when he talked sweet to all women. Bullshit" jelasku.

"Garry cuma bersikap manis dengan Wenda kok. Jelas lah, Wenda kan perfect, unggul disemua mata pelajaran, calon wakil ketua OSIS, cantik pula. Cowok mana yang bakal tolak dia. Sedangkan lo? Unggul di bahasa Inggris doang. Kerjaan lo cuma nulis cerpen, main gitar, bikin lagu sok puitis. Tapi nilai bahasa Indonesia lo kaya turunan jurang tau gk? Rendah bgt."

"Oh gitu, lo nyepelein gue nih Win? Gue akuin dengan segala kekurangan gue, kalo gue mulai suka sama Garry. Dikit. Ibarat air cuma setetes."

"Setetes s*nlihgt bisa bikin busa banyak loh, kaya rasa suka lo haha." Celetus Wina, berdiri kaya model iklan cucian.

"Gausah sok jadi model iklan deh, lagian cuma cinta monyet." Pandanganku langsung mengarah ke Wina.

Saat kami sedang ngobrol, tiba - tiba Julien datang.

"Gue mau ngajak lo join ke band gue, Ini merupakan hal yang ke sekian kalinya, gue udah nyari-nyari orang untuk ngajak ngeband. Lo kan jago main gitar, bakat lo sayang kalo gak disalurin. Lo mau join band gue kan?" Tanya Julien.

"Gue sih mau aja, tapi gue harus atur waktu juga. Ada siapa diband lo?"

"Posisi drum ada Riki, kita tinggal nyari bassis sama vocalis" cetus Julien

"Yaudah, lo yang cari deh. Gue gak ada waktu buat itu. Kalo udah dapet, kita omongin lagi" jawab gue langsung beranjak dari kursi.

"Lo gak mau bantuin gue gitu? Liaaaaa... Woyyyyyy...!!!" Teriak Julien, aku terus jalan keluar kelas, tak menghiraukan Julien."

"Julien, gue bisa kali jadi vocalis. Gue mau join dong yen." Tanya Wina sangat berharap.

Akhir - akhir ini Wina sering banget liatin Julien, kadang - kadang gue sering liatin dia lagi nguntit Julien di kelas sebelah. Haha udah ketahuan kan, si Wina suka sama Julien.

"Gak! Suara lo cempreng mau nyanyi gitu? Gak deh. Gak. Gue gak mau ambil resiko buat band gue hahahaha" Julien tertawa, beranjak meninggalkan Wina.

"Sial, biarpun suara gue gini, lo pernah ngiringin gue nyanyi!" Wina menggerutu.

Jumat, 02 Januari 2015

Catatan Akhir Tahun

Di setiap akhir tahun, tidak lengkap rasanya kalo belum merangkum semua catatan atapun gambar yang pernah ditulis. Tahun 2014 ini adalah tahun yang mengagumkan karena pada tahun ini ada banyak kebahagiaan, keajaiban, berkah yang melimpah, pertemuan dengan banyak teman dan guru serta banyak inspirasi yang mengalir deras bagaikan air.

Tahun 2014 untukku, tahun yang aji mumpung. Kenapa? Karena banyak pencapaian yang sudah ku raih di 2014. Hal pertama yang terjadi di 2014 adalah pertambahan usia. Di tahun 2014, aku mencoba untuk keluar dari zona nyaman yang selama ini ku tempati. Selama ini aku hanya diam bermalas - malasan, tapi ditahun 2014 aku menekuni menggambar. Dengan menggambar, aku memmpunyai teman baru, berkenalan dengan orang - orang hebat diluar sana, mendapat pekerjaan menggambar diluar jam sekolah, beberapa piala dari lomba menggambar.

tampaknya harus ada target dan rencana yang harus saya susun di 2015.  Selama ini aku hanya mengikuti arus dan tanpa ada perencanaan.

Ditahun 2015 ada beberapa hal yang ingin ku wujudkan, yaitu :

Menjadi Lebih Dekat Dengan Tuhan.
Lulus Ujian Nasional dengan nilai yang baik
Belajar di Perguruan tinggi dengan sungguh-sungguh
Lebih dekat dengan keluarga
Dapat kerja sambil kuliah
Dapat mengembangkan gambar saya menjadi sebuah bisnis
Dapat menulis lagi

Dan sekarang saatnya melangkah menuju 2015, Bismillahirrahmanirrahim

Buat hidup lebih hidup! Semangat baru.

Jumat, 21 November 2014

Kau Tutupi Pahit Kopi Dengan Manis Gula


IMG-20141120-03610
Kamu tahu tentang kisah sebuah meja kursi bambu?
Tentang aroma yang menjadi candu
Tentang ocehan manusia pecandu
Aku ingin menyeduh secangkir kopi
Kukira secangkir kopi akan melembutkan ceritaku
Kamu mau minum kopi juga?
Pagi ini ku seruput Kopi nikmat dan hangat, berasa mampu menghilangkan sisa-sisa dingin hati Sebulan yang lalu. Hening, kosong, dan seakan tak berada di tempatnya. Ku pandangi pemandangan pagi di balik jendela kamarku, dan sesekali tersenyum lalu kembali keranjag empukku sambil melihat foto-foto ku bersama seseorang yang pernah menjadi kekasihku. Aku tidak pandai menyimpan kenangan. Bagiku, masa lalu hanyalah serbuk kopi yang akan lenyap tersapu air hujan. Hilang tanpa bekas. Aku tidak suka mengenang, apalagi menyimpannya dalam pahatan memoriku. Mungkin aku perempuan aneh di antara deretan perempuan lainnya. Kebanyakan perempuan ditakdirkan sebagai pengingat ulung, yang susah melupakan kenangan, teraniaya oleh masa lalu. Tetapi, aku lebih menyukai hal-hal yang akan kulalui, bukan yang sudah kulalui.
Begitupula kenanganku tentangmu. Tak banyak yang bisa kuingat selain raut wajahmu yang chubby, tampan,  rambutmu yang sedikit gondrong, ciumanmu dengan seorang gadis yang membuat kita berpisah, dan yang paling kuingat kau satu dari sedikit lelaki yang tidak mengerenyitkan dahi secara aneh melihat kebiasaanku menikmati kopi. Kisah cinta yang harusnya menorehkan kenangan manis, tetapi, toh, ketika perpisahan kita terjadi, aku melupakanmu dalam hitungan minggu. Aku menggantikanmu dengan orang-orang baru. Lalu orang baru berganti dengan yang lebih baru. Begitu seterusnya hingga jejakmu benar-benar hilang tanpa bekas.
Kuhirup dalam-dalam semerbak wangi kopi sambil melayangkan kembali pikiranku ke memori pagi itu.
Namanya Rico
“Penikmat kafein murni?” terdengar suara berat dari arah belakang.
“Eh, iya. Butuh yang pahit biar bisa bangun”, aku terkejut, tiba-tiba lelaki yang duduk dipojok caffe itu duduk di sampingku.
“Well, Gue Rico”
Kubalas jabat tangannya sambil tersenyum.
“Vini
“Jadi, hanya kopi? Tanpa embel embel apa apa?”
Aku mengangguk “Gue butuh wangi orisinilnya untuk bangun. Hitam, pekat, pahit, hangat. Period.”
“Well, kopi yang sederhana”
Aku mengangkat mug ku dan tersenyum.
Obrolan kami mengalir dengan mudahnya. We have many things in common. Kopi, musik, seni rupa hingga filsafat yang gak ada titik terangnya. Pembicaraan yang terus berlanjut hingga aku menyesap tetesan terakhir dari kopi pertama pagi itu. Kopi yang terasa berbeda. Kopi pahitku yang biasanya datar kini kaya rasa. Entah kenapa. Mungkin karena terpana oleh senyum hangatnya. Bisa juga karena pandangan mata meneduhkannya.
Beberapa hari kami bertemu dan kencan, hingga hari ini kopi terasa manis klimaks, karena kami memutuskan untuk berpacaran.
Hubungan kami sudah hampir berjalan 5 bulan, esok tepat hari jadi kami. Aku berencana menyiapkan snack dan mendownload beberapa film box office untuk kami tonton besok malam. Aku berjalan ke Supermarket terdekat, tiba-tiba aku melihat Rico disebrang jalan, aku menghampirinya, namun wanita lain menghampiri sambil memeluknya. Rico pun membalaspelukan gadis itu, dan diciumlah keing gadis itu. Aku yang sudah meneteskan air mata, segera pulang. Setelah sampai dirumah aku menelpon Rico, untuk memutuskan hubungan kami.
Berkali-kali Rico menelponku untuk meminta penjelasan, tapi aku tak  menanggapinya.
Beberapa hari berlalu…
Aku kembali ke caffe tempat pertamaku mengenal Rico. Kuresapi kembali kopi pertama yang ku racik sendiri pagi ini. Kekentalannya sempurna. Namun pahit yang terasa tetap sama. Pahit sepahit-pahitnya.
Pria yang akhirnya menemaniku menyesap pahitnya kopi selama lima bulan terakhir di pagi hari.
“Kenapa mesti pahit?” tanyanya .
“Apanya?”
“Kopimu, kenapa harus hitam dan pahit?”
“Karena ada kamu” cetusku
Ia menggeleng, “Bisa kau jelaskan, kenapa kita jadi begitu jauh dan kenapa kopmu jadi sepahit ini? Sini aku cium, nggak pake pahit, dan pasti kamu bakal kebangun” cetusnya jahil.
Ritual pagi ku telah minus sepi. Aku mengundang seseorang ke dalamnya. Tak hanya sampai situ, aku bahkan mengundangnya ke dalam hati.
Aku tertawa mendengar pertanyaannya.
“Well, kenapa ya?
Hmm, somehow aku suka rasa pahitnya. Seperti hidup aja. Pahit yang muncul dalam keseharian justru buat hidup lebih kaya rasa”.
Ia melangkah mendekat lalu menatap mataku dalam-dalam, “Aku nggak pengen ada pahit sama sekali dalam harimu kecuali pahit yang kamu rasakan dari secangkir kopi pagi”
My heart skips a beat. Aku tak pernah kuasa mengendalikan diri jika ditatap olehnya seperti ini.
“Kenapa?” tanyaku tergugu, tak tahu harus berkata apa.
“Aku sayang kamu, Vin”, ujarnya lembut sambil mengecup keningku.
Secepat mungkin ku lepaskan kecupannya dan berlari pergi minggalkan kopi pahit dan menjauhi caffe itu.
Hingga sebulan kemudian, Rico mengajakku menghabiskan weekend bersama kopi dicaffe yang baru dibuka diperempatan jalan rumahku. Kami memutuskan menjadi sahabat. Sahabat yang memahami kopi sahabatnya, Sahabat yang dapat menutupi kopi pahit dengan manis senyum sahabatnya.

Autumn In Paris

Gambar ini terinspirasi salah satu novel Ilana Tan yang berjudul “Autumn In Paris”
B2ujn_tCAAEsrYO
“Apakah ada yang tahu bagaimana rasanya mencintai seseorang yang tidak boleh dicintai? Aku tahu. Hidup ini sungguh aneh, juga tidak adil. Suatu kali hidup melambungkanmu setinggi langit, kali lainnya hidup menghempaskanmu begitu keras ke bumi. Ketika aku menyadari dialah satu-satunya yang paling kubutuhkan dalam hidup ini, kenyataan berteriak di telingaku dia juga satu-satunya orang yang tidak boleh kudapatkan.”
― Ilana TanAutumn in Paris
“Selama dia bahagia, aku juga akan bahagia. Sesederhana itu.”
― Ilana TanAutumn in Paris
“Seandainya masih ada harapan – sekecil apapun untuk mengubah kenyataan, ia bersedia menggantungkan seluruh hidupnya demi harapan.”
 Ilana TanAutumn in Paris
“Sekarang… Saat ini saja… Untuk beberapa detik saja… aku ingin bersikap egois. Aku ingin melupakan semua orang, mengabaikan dunia, dan melupakan asal-usul serta latar belakangku. Tanpa beban, tuntutan, atau harapan, aku ingin mengaku.
Aku mencintainya.”
 Ilana TanAutumn in Paris
“Jangan marah padaku kalau aku menangis…. Hari ini saja…. Kau boleh lihat sendiri nanti. Kau akan lihat tidak lama lagi aku akan kembali bekerja, tertawa, dan mengoceh seperti biasa…. Aku janji….
-Tara Dupont”
― Ilana TanAutumn in Paris

Rabu, 29 Oktober 2014

Satu Bintang, Satu Harapan

BINTANG terindah begitu nyata baginya.

LANGIT indah bertabur temaram bintang malam ini. Sang dewi malam dengan anggun menebar senyumnya yang merekah. Seperti bibir bidadari surga. Lama rasanya aku melupakan atap dunia itu. Aku terlalu sibuk berada di bumi hingga tak sempat menengok langit. Bintang, benda langit itu berkerlap-kerlip seakan menggodaku. Bagai tangan malaikat yang melambai agar aku menghampirinya. Ia mengingatkanku pada mitos bintang jatuh.

Kata orang, bintang jatuh dapat mengabulkan permintaan manusia. Benarkah? Jika iya, aku rela menunggu benda langit itu tertarik gravitasi bumi, meski harus menantinya tiap malam, hanya untuk satu permintaan. Ah, kenapa pula aku jadi seperti bocah. Mana mungkin benda langit yang tak mampu melawan takdir untuk diriku sendiri tersebut mampu mengabulkan keinginan makhuk lain?

Seandainya bintang jatuh mampu mengabulkan keinginan, pasti aku akan meminta sendiri kepada Tuhan agar dapat melupakan seseorang bernama Dave.

Sayang, saat ini, aku yang sedang sentimentil merasa bintang yang menggoda itu seakan seperti pantulan cermin atas dirinya sendiri. Awalnya begitu indah, tinggi di awang-awang namun tak terjamah, jauh, dan jika Tuhan menghendakinya jatuh, aku tak mampu melawan.

Aku duduk dengan buku sketsa bersampul warna hitam di pangkuan. Buku itu terbuka menunjukkan kertas kosong. Tangan kananku memegang sebatang pensil yang cermat diraut hingga tebal goresan grafit akan sesuai kehendakku tidak terlalu tebal dan tidak terlalu halus.Kopi panas dicangkir ditemani beberapa batang rokok. Semua harus sesempurna keinginanku, sebab aku sedang membayangkan wajah lelaki yang pernah singgah dihatiku.

Aku mulai menggambar wajah lelaki itu, sambil mengingat betapa menawan dan tampan. Tapi aku selalu muak melihat wajah tampan dengan sejuta kebohongan dihatinya. Ku putuskan untuk tidak menggambarnya.

Langit malam yang berhias bintang - bintang. Ah, pikiranku masih saja penuh dengan seseorang bernama Dave itu, bolehkah aku berharap kali ini saja? Aku ingin dia hilang dari pikiranku. Aku muak dengan semua kata manis dan semua wanita yang hanya jadi mainan baru untuknya.

Aku kembali menatap langit, memandang rasi bintang scorpio yang hampir menyerupai huruf "J" itu. Terkesiap aku membulatkan bola mataku. Apa ini tanda? Dari sekian banyak bintang, pertama kali aku menemukan rasi bintang scorpio. Apa mungkin "J" berarti  jangan? Jangan berharap. Atau mungkin jangan yang lain, yang jika aku melarangnya akan berakhir luka? Ah entahlah, ini sudah terlalu malam, aku bergurau bersama bintang jarak jauh sambil bercerita tentang harapan yang ada dipikiranku.

Aku berlari tergesa-gesa sambil sesekali kedua bola mataku mengarah ke jam tangan biru mudaku. 15:15. Aku sudah terlambat 15 menit, seharusnya aku minta diantar daripada berlari seperti seseorang yang dikejar sesuatu. Tak kupedulikan apa dan siapa yang terlintas di depan langkahku, yang penting aku bisa mengelak dari mereka dan sampai ke tujuan dengan segera. Ransel yang mengikutku dari belakang sudah miring ke kanan dan kekiri mengikuti arah langkah kakiku.
Hufffttt…. 10 meter lagi sampai lah aku ke sebuah rumah dengan pamphlet “Beauty Painting” tempat aku melatih sekaligus mengembangkan bakat melukisku.
3… 2… 1…. Akku melangkahkan kakiku dengan pasti, dan sesegera mungkin membuka pintu. Tringninging, lonceng yang menggantung di pintu itu berteriak akibat dorongan pintu yang cukup keras. Semua orang yang ada di ruangan itu langsung menoleh ke arah ku. Aku langsung menundukkan kepala sembari meminta maaf, dan langsung menuju kursi yang sering aku tempati. Namun sebelumnya, seorang kakek tua yang kami panggil guru mengahampiriku.

Guru: kenapa terlambat, dan berlaku seperti tadi, seolah-olah kau sedang dikejar sesuatu sampai-sampai menimbulkan sedikit kekacauan akibat pintu yang kau buka dengan keras? [gaya bicara guru memang seperti itu, dia hampir menggunakan setiap kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Nada bicaranya sedikit keras namun sebenarnya terdapat kelembutan yang mengalun dari setiap perkataan yang keluar dari bibirnya yang berwarna merah kehitaman]

Aku: maafkan aku guru, aku terlambat dan membuat kekacauan seperti tadi. Aku janji tidak akan mengulanginya kembali. [Ucapku sambil menundukkan kepala]

Guru: janji? Aku tidak pernah percaya dan menerima janji atau sumpah, bagiku perkataan seperti apa pun itu sama saja, tak ada yang membedakannya kecuali perbuatan dan bukti nyata dari setiap perkataannya. [ucap guruku tegas sambil menyilakan aku duduk]

Ini tidak kali pertama terjadi, mungkin sudah kali ketiga, dan rasa malu tak terkira terbersit. Orang-orang di sekitarku masih memandangiku, aku pun menundukkan kepala lagi. Segera aku mengeluarkan palet, cat lukis, kuas dan alat-alat lainnya. Aku merapikan posisi dudukku agar aku bisa duduk dengan santai dan segera mendapatkan inspirasi lalu menuangkannya dalam kanvas putih di depan ku. Lama aku berpikir dan berimajinasi, namun hasilnya nol, blank. Mungkin stok inspirasi serta imajinasi ku habis pada saat itu, aku menggaruk-garuk kepalaku berharap dewa atau dewi pemberi inspirasi dan imajinasi segera membantuku dari krisis imajinasi yang sedang melanda diriku.

Guru: April, mencari inspirasi serta imajinasi itu tidak mudah, kau harus menepis hal-hal yag mempengaruhi otak kirimu sehingga otak kanan mu yang lebih dominan bekerja dan kau segera menemukan insiprasi. Cobalah menenangkan dirimu sebentar. [Jelas guru ku.]

Aku: baik guru, aku akan mencoba. [jawabku dengan tegas dan pasti, namun belum kupikirkan apakah perkataanku segera ku buktikan dan teori singkatnya tadi segera ku aplikasikan dan bekerja dengan baik.]
Aku memandang sekelilingku mencari inspirasi, mataku tertuju pada jam dinding tua yang tergantung tak jauh dari posisi ku berada. Timbul niat untuk melukiskannya di kanvas ku dan menggabungkan kreativitas dengan imajinasi ku, tapi tampaknya hal itu menuai jalan buntu kembali karena jam dinding itu sudah ku lukis minggu lalu. Kembali aku menggaru-garuk kepalaku yang sebenanrya tidak gatal sama sekali. Tiba-tiba perhatianku teralihkan oleh sesosok pria yang duduk tak jauh dari tempat ku berada, aku belum pernah melihat dan mengenal dia sbelumnya. Aku juga belum pernah bertemu ataupun melihat dia di kursus ini, jadi ini kali pertama aku bertemu denganya. Aku memperhatikan bagaimana dia menggoreskan pensil di kanvasnya, dan sesekali dia menoleh ke arahku lalu menggambar kembali. Sesaat aku menikmati cara dia melukis yang terlihat santai dan menarik, dan tak jarang juga dia menoleh ke arah ku. Lama-lama aku sadar ternyata akulah objek dari lukisan yang sedang dibuatnya. Aku pun menghampirinya dan benar saja itu aku gambar sketsa wajahku yang setelah kuperhatikan dengan seksama.

Aku: yang jadi objek lukisanmu aku kan? [Tanya ku langsung sembari menghampiri dia yang sedang asik menggoreskan pensilnya di kanvas.
Cowok: oww… [teriaknya karena terkejut melihatku yang tau-tau sudah ada di sampingnya] waah, sepertinya kau punya indera ke enam, begitu melihat sketsa seperti in saja kau langsung tau siapa yang jadi objek lukisannya. Tapi maaf saja, ini bukan dirimu ataupun wajahmu. [elaknya sambil terus menggambar].
Aku: lalu siapa lagi kalau bukan aku? Lihat saja lekukan pipi serta lengkungan mata itu. Itu persis seperti wajahku kan?
Cowok: nona yang memiliki indera keenam, ini bukan sketsa wajahmu,  bahkan aku sendiri tidak tahu sketsa wajah siapa yang ku gambar, tiba-tiba saja wajah seperti ini terlintas di benak ku dan minta diwujud nyatakan. [jelasnya dengan santai dan tetap terlihat cool]
Aku: kenapa mengelak lagi? Jelas-jelas itu aku, ayo mengakulah aku takkan marah kok [ucapku sambil tersenyum]
Cowok: maaf yah, tapi ini bukan kau. Lagian wajah seperti ini takkan laku jika dijual dengan harga berapa pun.
Aku: hah? Apa-apaan kau ini? Sudah menggambar wajah orang seenaknya, kau malah menghina ku. huhh [kesalku tak terima diperlakuakn seperti tadi]

Aku pun kembali ke kursi ku, kemudian timbul niat untuk menggambar wajahnya saja. Mulailah aku membuat sketsa wajahnya. Sesekali mata kami tertangkap basah sedang memperhatikan satu sama lain.Tiba - tiba ia berjalan kearahku.
“Aku Mario” ucap lelaki itu
“Hey, bolehkah aku bertanya?” tanyaku sedikit ragu. Kini ia menatapku. “Tentu.” Jawabnya singkat.
“Kenapa kau bisa menggambar wajahku? Kita baru beberapa saat bertemu? Apa sekarang aku sedang bermimpi?” tanyaku.
“Mimpi? Apa kau berpikir begitu?” Mario balik bertanya.
“Ya, begitulah.”
“Kalau begitu kau benar. Ini semua hanyalah mimpi. Ini adalah dunia yang kau ciptakan dengan imajinasimu. Aku juga bagian dari imajinasimu.” Jawab Mario. Aku tertegun mendengar jawabannya itu.
“Itu artinya kau tidak nyata?”
“Ya. Saat kau terbangun dari tidurmu, maka aku akan menghilang dan kau harus melupakan lelaki yang bernama Dave”
 “Tapi...”
 “Sepertinya aku harus pergi sekarang. Selamat tinggal April.” Ucap Mario. Sebelum pergi Mario sempat memberiku sebuah hadiah, yaitu sebuah cium manis di keningku. Harusnya aku merasa senang, tapi kenapa aku malah merasa sakit? Apa karena Mario akan pergi?
“Kuharap kita bisa bertemu lagi.” Kata Mario. Perlaan-lahan semuanya menghilang. Bukan hanya Mario, tapi semua orang ikut sirna, bahkan aku tak pernah mengikuti kursus melukis sekalipun. Kini yang kulihat hanyalah kegelapan yang pekat mengelilingiku tanpa sedikit pun cahaya yang menerangi pandanganku.
pukul 02.00 Aku terbangun, ternyata aku tertidur dibalkon, aku segera bergegas kekamar untuk melanjutkan tidur. Tanpa sadar tiba- tiba aku menangis. Masih melekat dalam benakku mimpi indah itu. Bisakah mimpi itu terulang kembali? Masih bisakah aku bertemu dengannya? Aku harap semua itu bisa terjadi. Suara jam weker mendengung di telingaku. Tanpa sadar aku tertidur di lantai saat menangis tadi. Kulihat jam telah menunjukkan pukul 05.45. Meski masih ingin berada ditempat tidur, tapi lebih memilih keluar dihari Minggu pagi bersama teman - teman, karena aku sadar kalau sekarang aku tak lagi berada di dunia mimpi atau imajinasi tapi sekarang aku telah berada di dunia nyata.

Di pinggir taman dengan suasana yang tepat, angin sepoi-sepoi menemaniku. Kutatap langit indah yang dipenuhi awan awan putih, burung- burung berterbangan kesana kemari, bernyanyi dan menari.
“Pril! bengong aja, gue beli ice cream potong dulu yah diujung, lu jangan kemana - mana. Mau nitip gak?” ucap Amy mengagetkanku.
“ah lo my! ngagetin aja, yaudah sana gih beli, ge nitip satu ya. hehe.”
“Okedeh, jangan ngilang!”. Bayangan Amy mulai hilang, aku duduk dipinggir taman sendiri. Tiba - tiba pria berbaju orange menarik perhatianku. Aku memperhatikan pria itu. Rasanya dia sangat mirip dengan orang yang kukenal. Apa kami pernah bertemu?.Saat ia berjalan, aku terus memandanginya karena aku yakin aku
pernah bertemu dengannya. Hanya saja aku tak ingat dimana. Tiba-tiba iaberjalan didepanku.
“Mario?” kataku setelah mengenali wajahnya.
“Mario?” pria itu nampak bingung. “Dari mana kau tau namaku? Apa kita
pernah bertemu?” tanyanya
“Tidak mungkin. Apa aku bermimpi lagi?” Kucoba memukul tanganku sendiri dan ternyata rasanya sakit. Apa artinya ini bukan mimpi? Apa ini kenyataan? Ya, ini memang kenyataan. Ternyata Mario bukan hanya imajinasiku.
“Hey, dimana kita pernah bertemu?” tanyanya lagi.
“Kurasa dalam imajinasiku.” Jawabku sambil tersenyum.
“Imajinasi? Maksudmu?”
“Lupakan saja!” kataku mencoba menghentikan pembicaraan ini.
“Ayolah, beritau aku!” katanya penasaran. Ia terus bertanya sambil duduk disampingku.
Tak lama kemudian Amy datang
“Cie ditinggal bentar udah gandeng cowo aja nih, wkwk. Siapa Pril? Kenalin dong” ucap Amy sambil menyodorkan ice cream.
“Ih Amy, Ini Mario, Io kenalin ini Amy” Mereka saling berkenalan..
“Iya, kita mau kemana lagi nih, udah panas banget mataharinya?” Tanya Amy
“Kamu mau pulang my? Yaudah deh” Jawabku
“Kok pulang? baru juga duduk, gue masih kepo nih soal tadi” ucap Mario
“Yaudah ginia aja, kalian jalan berdua, gue pulang ya soalnya udah panas banget nih hehe”
Bayangan Amy mulai menghilang.

Aku dan Mario memutuskan pergi keMall. Semenjak hari itu kami sering berdua, bahkan Mario sering menjemputku sekolah, hampir setiap akhir pekan kita menghabiskan waktu bersama, kadang kami gambar bareng dirumahku, walaupun status kami masih teman. Mario membuatku melupakan Dave. Bintang jatuh begitu nyata untukku, Mario adalah bintang terindah, ia seperti Patrick selalu membuatku tertawa dengan tingkah bodohnya. Itu artinya dia bukan hanya imajinasiku. Dan yang aku sadari adalah, imajinasi tak hanya berada dalam pikiranmu, tapi mungkin ia juga bisa muncul dalam kehidupanmu.

END

Selasa, 14 Oktober 2014

The first Drawing with Watercolour Pencil

By looking at my previous playful drawings and art I feel inspired to go back to making art without thinking or planning. By just letting it happen, letting it flow and never judging the end results. I feel so much Happier Now.

This is the first painting that I created using Watercolour pencil, I took my inspiration from Van Gogh's Famous 'Starry Night' and gave it swirl whirl of my own. I regret not making
this on a better quality paper and printed words on crappy paper.










Something I Need To Say.....But I can't quite find the words. I'm pretty wolf.

 

 
This one I will be finished with watercolor pencil. I will make my graffiti name. 

 

 

 

 

 
 This painting I made for my friend's birthday, Mega.



 
This painting I made for my Teacher's birthday, Ma'am Yanti.

 


I'm not an artist. I just draw whatever makes me happy. don't be bored to visit my amateur work. Let's do what makes you happy!